Temuan Fragmen Keramik Kuno "Dinasti Ming" di Lampung Timur
Temuan Fragmen Keramik Kuno "Dinasti Ming" di Lampung Timur
Dipost oleh : Aku & Sejarah - Desember 21, 2022
Jejak Peninggalan Era Klasik (Tiongkok) di Lampung Timur
Peninggalan era klasik ini dapat dibuktikan dengan adanya jalur perdagangan/rute perdagangan yang dilakukan oleh nenek moyang kita. Jalur perdagangan ini yang lebih dikenal dengan sebutan jalur Sutera & jalur rempah. Jika antara Cina dan Eropa dihubungkan melalui jalur darat yang dikenal dengan “Jalur Sutra”, maka dari Nusantara di Asia Tenggara kearah Barat Laut sampai ke Eropa, dihubungkan melalui jalur laut melewati kota-kota pelabuhan dikenal dengan sebutan “Jalur Rempah”. Jalur perdagangan inilah yang menjadi awal terjadinya hubungan antara Nusantara dengan Dunia.
Tetapi pada kesempatan kali ini saya akan mencoba lebih spesifik terkait interaksi yang dilakukan para pedagang Tiongkok dengan penduduk asli (Lampung). Para pedagang yang berasal dari luar dan berhasil melakukan interaksi dengan penduduk asli tidak hanya sekedar melakukan kegiatan perdagangan atau berniaga saja, tetapi mereka juga saling mengembangkan kehidupan di daerah tersebut mulai dari kegiatan ekonomi, sosial dan budaya.
Jadi sesuai pembahasan kali ini saya akan membahas mengenai peninggalan era klasik (Tiongkok) yang ditemukan saat melakukan hunting history bersama team pegiat sejarah untuk menelusuri jejak peninggalan era klasik (Tiongkok) ini.
Hunting history pertama kami berada di daerah DAS Way Sekampung tepatnya dusun Tridadi atau Balung Jero, Desa Trimulyo. Selain yang kita datangi kemarin, berdasarkan penelitian Balai Arkeologi Bandung di daerah Way Sekampung juga ada daerah temuan lain seperti Rejomulyo, Metro. Kemudian Sidomukti dan Karyamukti di Sekampung.
Jika kita lihat data hasil penelitian Balar Bandung DAS Way Sekampung mulai dari hulu hingga hilir terdapat banyak daerah temuan benda-benda yang diduga berasal dari tinggalan kehidupan masa lalu seperti fragmen keramik, gerabah maupun mata uang.
Beberapa temuan yang berhasil ditemukan memiliki motif yang menjadi ciri khas dari daerah Cina atau Tiongkok yaitu dengan beberapa motif seperti, sisik naga, bunga, dan beberapa ukiran khas Cina. Kemudian ada beberapa temuan lagi seperti manik-manik dan patung kecil berbentuk singa anjing (barongsai).
Hal tersebut memperkuat bahwa sudah ada interaksi yang dilakukan oleh para pedagang dengan masyarakat setempat. Tapi sangat disayangkan lokasi hunting kami saat ini sedang dalam proses pembangunan proyek DAM Marga Tiga. Semoga hasil hunting kami ini bisa memperluas relasi serta pengetahuan kami.
| Gambar Pecahan Keramik Kuno di DAS Way Sekampung tepatnya dusun Tridadi atau Balung Jero, Desa Trimulyo, Lampung Timur | dok. Shofiyurrahman |
Kemudian pada hunting history kami selanjutnya masih dengan tujuan mencari sisa-sisa peninggalan berupa fragmen dari era klasik (Tiongkok). Lokasi hunting kali ini yaitu, di Taman Purbakala Pugung Raharjo, Lampung Timur. Hunting history kali ini kami menemukan banyak sekali pecahan-pecahan keramik dan gerabah yang sangat menarik.
Beberapa keramik memiliki kesamaan dari tekstur dan bahan pembuatannya. Kami menemukan pula batu bergores yang setelah dicek arah menunjukkan bahwa garis dari batu tersebut mengarah ke utara-selatan, menandakan batu ini belum pernah bergeser dari tempat aslinya. Oo iya terdapat batu yang memiliki lubang dan diperkirakan sebagai tempat untuk meramu obat-obatan.
Kembali ke temuan yang berhasil ditemukan, saya membaginya menjadi 3 jenis untuk keramik yang saya temukan. Pertama keramik dengan permukaan yang masih kasar dan warna keramik masih polos, kedua keramik dengan permukaan yang sudah agak halus dan warna keramik masih polos tetapi sudah memiliki beberapa motif dan ketiga keramik dengan permukaan yang sudah halus dan memiliki warna dasar hijau.
Dari semua temuan tersebut banyak temuan berupa alat makan seperti, piring, mangkuk, cawan dll. Kenapa demikian karena banyak temuan yang ditemukan merupakan bagian dari bawah piring atau mangkuk tersebut.
| Gambar Pecahan Keramik Kuno di Desa Pugungraharjo, Lampung Timur | dok. Shofiyurrahman |
Jadi dapat diartikan bahwa interaksi antara pedagang dan masyarakat lokal sudah terjadi didaerah tersebut. Pecahan-pecahan keramik yang berhasil ditemukan pun bisa menjadi bahan analisis bahwa mereka sudah mengenal cara pembuatan dari gerabah maupun keramik itu sendiri. Kemudian mereka mulai mempelajari dan mengembangkan cara pembuatannya agar hasil yang dihasilkan jauh lebih baik dan tahan lama serta mereka juga mulai menambahkan motif pada alat yang mereka buat agar terlihat lebih indah.
Penulis : Shofiyurrahman

Komentar
Posting Komentar